Berita & Informasi

Workshop Peningkatan Literasi Moderasi Beragama, Cinta, dan Rukun Beragama dalam Menggapai Tujuan SDGs

Cirebon, 22 Juni 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Workshop Peningkatan Literasi Moderasi Beragama, Cinta, dan Rukun Beragama dalam Menggapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) pada Senin, 22 Juni 2026, bertempat di Auditorium FEBI Lantai 4. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui penguatan literasi, toleransi, dan harmoni sosial di kalangan generasi muda.

Workshop ini menghadirkan Roziqoh, M.Pd. sebagai narasumber utama yang menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun kesadaran moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kegiatan dipandu oleh Helena Agustin selaku moderator dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan antusiasme yang tinggi.

Dalam era globalisasi dan transformasi digital saat ini, masyarakat dihadapkan pada berbagai tantangan sosial, budaya, dan keagamaan yang semakin kompleks. Kemudahan akses informasi melalui media digital membawa dampak positif dalam memperluas wawasan, namun di sisi lain juga berpotensi menimbulkan disinformasi, intoleransi, serta polarisasi sosial apabila tidak diimbangi dengan kemampuan literasi dan pemahaman keagamaan yang moderat. Oleh karena itu, penguatan literasi moderasi beragama menjadi salah satu kebutuhan strategis dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Roziqoh, M.Pd. menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang mengedepankan keseimbangan, toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, serta komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan seseorang terhadap agamanya, melainkan mengajarkan bagaimana menjalankan ajaran agama secara bijaksana, inklusif, dan menghargai perbedaan.

"Keberagaman adalah sebuah keniscayaan yang harus dipandang sebagai kekuatan. Melalui moderasi beragama, kita diajak untuk membangun kehidupan yang harmonis, saling menghormati, serta menjadikan perbedaan sebagai sarana untuk memperkuat persatuan dan kemanusiaan," ungkapnya.

Lebih lanjut, narasumber menekankan bahwa nilai-nilai cinta dan kerukunan antarumat beragama memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pembangunan sosial, pendidikan berkualitas, perdamaian, keadilan, serta penguatan kelembagaan yang inklusif. Masyarakat yang memiliki tingkat toleransi dan harmoni sosial yang tinggi akan lebih mampu menciptakan lingkungan yang aman, produktif, dan berkelanjutan.

Workshop ini juga membahas berbagai tantangan dalam membangun moderasi beragama di era digital, termasuk maraknya penyebaran ujaran kebencian, intoleransi, serta informasi yang tidak terverifikasi melalui media sosial. Oleh karena itu, peserta diajak untuk meningkatkan kemampuan literasi digital, berpikir kritis, serta mengembangkan sikap bijaksana dalam menerima dan menyebarkan informasi di ruang digital.

Melalui sesi diskusi interaktif, peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, pandangan, serta gagasan terkait implementasi moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Diskusi tersebut menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun budaya toleransi, persaudaraan, dan perdamaian.

Selain memperkuat wawasan akademik, kegiatan ini juga bertujuan untuk menanamkan kesadaran bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan lingkungan, tetapi juga pada pembangunan karakter, penguatan nilai-nilai kemanusiaan, serta terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan inklusif. Dengan demikian, implementasi SDGs memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter bangsa.

Pelaksanaan workshop ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung program penguatan moderasi beragama yang dicanangkan pemerintah, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang toleran, damai, dan berkelanjutan.

Antusiasme peserta yang tinggi selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa isu moderasi beragama, cinta, dan kerukunan dalam keberagaman merupakan tema yang relevan dan penting untuk terus didiskusikan. Diharapkan, melalui kegiatan ini, civitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat menjadi pelopor dalam mengembangkan budaya moderasi beragama, memperkuat persatuan, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

 

Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas