PBAK UINSSC 2026
Membentuk Syekh Nurjati Muda yang Kritis dan Adaptif di Era Digital dan Ekologis
FEBI: Menyiapkan Generasi Ekonomi dan Bisnis Islam yang Berintegritas, Adaptif, dan Berdampak
Dr. H. Didi Sukardi, M.H.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
|
Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bukan sekadar seremoni penyambutan mahasiswa baru. Bagi FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, PBAK adalah gerbang untuk memasuki budaya akademik, mengenali ekosistem kampus siber, membangun integritas, serta menyiapkan diri menjadi mahasiswa yang kritis, adaptif, peduli lingkungan, dan mampu mengambil peran di tengah perubahan ekonomi dan teknologi. |
PBAK sebagai Gerbang Kehidupan Akademik
Peralihan dari pendidikan menengah menuju perguruan tinggi selalu membawa perubahan besar. Mahasiswa baru tidak lagi hanya berhadapan dengan jadwal kuliah dan tugas, tetapi juga dengan tuntutan kemandirian, etika ilmiah, kemampuan berkomunikasi, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai bagian dari komunitas akademik. PBAK hadir untuk menjembatani proses transisi tersebut agar mahasiswa tidak memasuki dunia kampus tanpa arah.
Pelaksanaan PBAK Tahun 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan bahwa PBAK ditujukan untuk mengenalkan lingkungan akademik, sistem pembelajaran, budaya kelembagaan, kehidupan kemahasiswaan, transformasi digital, literasi kecerdasan artifisial (AI), kearifan lokal Cirebon, pembangunan berkelanjutan (SDGs), serta nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Karena itu, PBAK harus dipahami sebagai proses pendidikan awal yang mempersiapkan mahasiswa untuk belajar, berinteraksi, dan berkembang secara utuh.
Syekh Nurjati Muda: Kritis, Adaptif, Digital, dan Ekologis
Tema PBAK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2026 adalah “Membentuk Syekh Nurjati Muda yang kritis dan adaptif di era digital dan ekologis.” Tema ini menempatkan mahasiswa baru sebagai generasi yang tidak cukup hanya cepat menggunakan teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis terhadap informasi, memahami dampak teknologi, menjaga etika, dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
PBAK 2026 menempatkan penguatan intelektual, cyber university, cyber culture, dan moderasi beragama sebagai fokus utama. Capacity building diarahkan antara lain pada pluralisme, ekoteologi, moderasi beragama, peran pemuda di era digital, serta pemikiran kritis sebagai mahasiswa. Di sinilah identitas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi sangat relevan: teknologi bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperluas ilmu, membangun kolaborasi, memperkenalkan kearifan lokal, dan menghasilkan manfaat yang lebih luas.
Relevansi PBAK bagi Mahasiswa FEBI
Bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, orientasi digital dan ekologis memiliki makna yang sangat dekat dengan bidang keilmuan yang akan dipelajari. Dunia ekonomi dan bisnis bergerak bersama perkembangan kecerdasan artifisial, transaksi digital, platform ekonomi, pengelolaan data, kewirausahaan, serta tuntutan keberlanjutan. Mahasiswa FEBI perlu mampu membaca perubahan tersebut tanpa kehilangan integritas, etika, dan nilai-nilai Islam.
Karena itu, PBAK dapat menjadi titik awal untuk membangun dua kemampuan sekaligus: kompetensi untuk memahami perubahan zaman dan karakter untuk menggunakan kompetensi tersebut secara bertanggung jawab. Mahasiswa yang unggul bukan hanya mahasiswa yang mampu menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga yang jujur dalam bekerja, kritis dalam menilai informasi, bijak menggunakan AI, peka terhadap persoalan sosial-ekonomi, dan mampu menghubungkan pengetahuan dengan kemaslahatan.
Rangkaian PBAK 26-28 Agustus 2026
Pelaksanaan utama PBAK berlangsung pada 26-28 Agustus 2026. Hari pertama dan hari ketiga dilaksanakan pada tingkat universitas, sedangkan hari kedua dilaksanakan di fakultas masing-masing. Bagi mahasiswa FEBI, hari Kamis, 27 Agustus 2026, menjadi momentum penting untuk mengenal lebih dekat civitas fakultas dan program studi, mengikuti capacity building, mengenal organisasi kemahasiswaan fakultas, serta membangun kebersamaan melalui rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan.
|
Hari/Tanggal |
Titik Kumpul |
Waktu Awal |
Fokus Utama |
|
Rabu, 26 Agustus 2026 |
Halaman Ma’had UINSSC |
05.00 WIB |
Pembukaan, pengenalan kelembagaan, capacity building, lembaga/UPT, UKM-UKK |
|
Kamis, 27 Agustus 2026 |
Fakultas masing-masing (FEBI) |
06.00 WIB |
Pengenalan civitas fakultas dan jurusan, capacity building, Ormawa fakultas, kegiatan mahasiswa |
|
Jumat, 28 Agustus 2026 |
Ruang kelas dan Halaman Ma’had UINSSC |
06.00 WIB |
Kelas, eksplorasi UKM/UKK, kegiatan fakultas, SEMA-DEMA, orasi kemahasiswaan, penutupan |
Khusus mahasiswa Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), rangkaian PBAK 26-28 Agustus 2026 dilaksanakan melalui Zoom Meeting sesuai jadwal dalam buku panduan.
Apa yang Perlu Dipahami Peserta FEBI?
Peserta PBAK adalah mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 yang tercantum dalam keputusan peserta, serta mahasiswa yang sebelumnya belum mengikuti atau belum dinyatakan lulus PBAK atau kegiatan sejenis. Peserta berkewajiban mengikuti seluruh rangkaian dengan disiplin, mengisi kehadiran, menyelesaikan penugasan, menjaga kesehatan fisik dan psikis, menggunakan atribut sesuai ketentuan, serta berkomunikasi secara sopan dan bertanggung jawab.
Pada saat yang sama, peserta mempunyai hak untuk memperoleh layanan secara proporsional dan profesional, mendapatkan materi dan informasi yang berkaitan dengan PBAK, menyampaikan pendapat dan pertanyaan, membela diri, serta memperoleh sertifikat atau piagam apabila dinyatakan lulus. Hak dan kewajiban ini penting karena PBAK bukan ruang untuk membangun ketakutan, tetapi ruang pembelajaran yang teratur, aman, dan menghormati martabat setiap mahasiswa.
|
Ketentuan penting yang perlu diingat • Menggunakan smartphone secukupnya dan secara bijak selama kegiatan. • Tidak melakukan kekerasan fisik maupun nonfisik, pelecehan, tindakan bernuansa SARA, diskriminasi gender, kekerasan seksual, atau pelanggaran HAM. • Tidak membawa senjata tajam, minuman keras, atau obat-obatan terlarang. • Tidak meninggalkan kegiatan tanpa konfirmasi dan tidak melakukan aktivitas lain yang mengganggu rangkaian PBAK. • Peserta tidak diperbolehkan membawa kendaraan bermotor. |
Atribut FEBI: Rapi, Sederhana, dan Sesuai Ketentuan
Panduan PBAK menetapkan pakaian peserta harus sopan, rapi, dan tidak ketat. Pada hari pertama, peserta memakai kemeja putih lengan panjang, bawahan hitam berbahan dasar bukan jeans, sepatu hitam, topi navy, name tag, dan slayer sesuai warna fakultas. Untuk FEBI, warna slayer adalah dusty pink; bagi peserta perempuan, warna kerudung FEBI juga dusty pink. Pada hari ketiga, peserta memakai kaos PBAK dengan bawahan hitam, sepatu hitam, topi, name tag, serta slayer sesuai warna fakultas. Ketentuan hari kedua mengikuti arahan pelaksana/fakultas.
Perlengkapan individu yang disebutkan dalam panduan antara lain peralatan salat, alat tulis, tas ransel, obat-obatan pribadi, tumbler dan air minum sesuai kebutuhan, sarapan dan makanan ringan, serta plastik sampah kecil. Ketentuan ini menunjukkan bahwa kedisiplinan PBAK juga mencakup kesiapan pribadi, kepedulian terhadap kesehatan, dan kebersihan lingkungan.
Penugasan Digital sebagai Latihan Mengambil Peran
Rangkaian PBAK 2026 juga dimulai melalui penugasan digital berupa unggahan twibbon “Saya siap mengikuti PBAK 2026” dan video perkenalan bertema “Peran Mahasiswa”. Bagi peserta reguler, penugasan tersebut dijadwalkan pada 17-18 Agustus 2026; bagi mahasiswa PJJ, pada 24-25 Agustus 2026. Video berdurasi 1-3 menit dan dipublikasikan melalui TikTok serta Instagram Reels sesuai format yang ditentukan panitia.
Substansi penugasan ini sejalan dengan pesan utama PBAK: mahasiswa tidak hanya hadir sebagai penerima informasi. Mereka didorong untuk menyampaikan gagasan, berkolaborasi, membangun komunikasi publik yang baik, dan memahami bahwa status mahasiswa membawa tanggung jawab sosial. Di era digital, keberanian mengambil peran harus berjalan bersama literasi media, kesantunan, tanggung jawab atas jejak digital, dan kemampuan membedakan penggunaan teknologi yang produktif dari penggunaan yang merugikan.
AI, Cyber Culture, dan Integritas Akademik
Literasi kecerdasan artifisial secara eksplisit menjadi bagian dari arah PBAK 2026. Bagi mahasiswa FEBI, hal ini menjadi bekal awal yang sangat penting. AI dapat membantu pencarian ide, pengolahan informasi, simulasi, penyusunan data, dan proses belajar. Namun AI juga membawa risiko: ketergantungan, informasi keliru, pelanggaran privasi, serta penyalahgunaan untuk menghasilkan karya yang tidak jujur.
Karena itu, cyber culture yang dibangun sejak PBAK harus berlandaskan integritas akademik. Teknologi digunakan untuk memperkuat daya pikir, bukan menggantikannya; untuk mempercepat belajar, bukan menghapus tanggung jawab; dan untuk memperluas manfaat, bukan memperbesar penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Mahasiswa FEBI perlu membiasakan diri memeriksa sumber, mengakui bantuan teknologi bila diperlukan, menjaga data, dan tetap memastikan bahwa setiap tugas akademik mencerminkan proses belajar yang nyata.
Moderasi Beragama, Kearifan Lokal, dan Kepedulian Ekologis
PBAK 2026 juga menempatkan moderasi beragama, kearifan lokal Cirebon, dan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari orientasi mahasiswa baru. Ini mengingatkan bahwa kampus siber tidak boleh kehilangan akar sosial dan budaya. Kemajuan teknologi justru dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya daerah, tradisi, kuliner, pengetahuan lokal, dan potensi ekonomi masyarakat secara lebih kreatif dan bertanggung jawab.
Sementara itu, ekoteologi menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan isu tambahan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral. Bagi mahasiswa ekonomi dan bisnis Islam, perspektif ini dapat menjadi landasan untuk memahami pentingnya praktik ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memperhatikan keadilan, keberlanjutan, efisiensi sumber daya, dan kesejahteraan masyarakat.
PBAK yang Aman, Mendidik, dan Bermartabat
Panduan PBAK 2026 memberi batas yang jelas terhadap perilaku yang dapat merusak keamanan peserta. Kekerasan fisik dan nonfisik, penghinaan, tindakan yang mengganggu kondisi psikis, pelecehan berbasis SARA, gender, kekerasan seksual, maupun pelanggaran HAM tidak dibenarkan. Peserta juga berhak menolak instruksi yang berada di luar kepentingan PBAK. Ketentuan ini harus menjadi komitmen bersama panitia, mentor, organisasi kemahasiswaan, dan peserta.
Senioritas dalam konteks PBAK seharusnya diwujudkan melalui keteladanan dan pendampingan. Mahasiswa lama hadir untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi, bukan untuk membangun relasi kuasa yang merendahkan. PBAK yang berhasil adalah PBAK yang membuat mahasiswa merasa diterima, memahami kampusnya, mengetahui siapa yang dapat dihubungi ketika membutuhkan bantuan, dan pulang dengan semangat yang lebih kuat untuk belajar.
Menjadi Mahasiswa FEBI yang Berdampak
Pada akhirnya, PBAK hanya berlangsung beberapa hari, tetapi nilai yang diperkenalkan seharusnya hidup sepanjang masa studi. Mahasiswa FEBI perlu berani bertanya, membaca secara luas, menulis dengan jujur, aktif dalam riset dan organisasi, membangun jejaring, mengembangkan kewirausahaan, serta terlibat dalam pengabdian kepada masyarakat. Kritis tidak berarti sinis; adaptif tidak berarti kehilangan prinsip; digital tidak berarti meninggalkan kemanusiaan; dan ekologis tidak berhenti pada slogan.
Kepada seluruh mahasiswa baru FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tahun Akademik 2026/2027, selamat datang di rumah ilmu, rumah pengembangan diri, dan rumah pengabdian. Jadikan PBAK 2026 sebagai langkah pertama untuk mengenali kampus, membangun persahabatan, meneguhkan integritas, serta mempersiapkan diri menjadi Syekh Nurjati Muda yang kritis, adaptif, berakhlak, unggul, dan berani memberi dampak.
|
“PBAK bukan sekadar langkah awal menjadi mahasiswa, tetapi awal untuk mengambil peran.” |